Modul 2


COUNTER, SHIFT REGISTER DAN SEVEN SEGMENT
 


1. Tujuan [KEMBALI]         1. Merangkai dan Menguji operasi logika dari counter asyncron dan counter syncronous
        2. Merangkai dan Menguji aplikasi dari sebuah Counter
        3. Merangkai dan Menguji Shift Register dan Seven Segment

   2.  Alat dan Bahan 

[KEMBALI]         1. Panel DL 2203D
        2. Panel DL 2203C
        3. Panel DL 2203S
        4. Jumper

   

[KEMBALI]    
    COUNTER

    Counter adalah sebuah rangkaian sekuensial yang mengeluarkan urutan statestate tertentu, yang merupakan aplikasi dari pulsa-pulsa inputnya. Pulsa input dapat berupa pulsa clock atau pulsa yang dibangkitkan oleh sumber eksternal dan muncul pada interval waktu tertentu. Counter banyak digunakan pada peralatan yang berhubungan dengan teknologi digital, biasanya untuk menghitung jumlah kemunculan sebuah o kejadian/event atau untuk menghitung pembangkit waktu. Counter yang mengeluarkan urutan biner dinamakan Biner Counter. Sebuah n-bit binary counter terdiri dari n buah flip-flop, dapat menghitung dari 0 sampai 2n - 1 . Counter secara umum diklasifikasikan atas counter asyncron dan counter syncronous.
        

        Counter Asyncronous
        Counter Asyncronous disebut juga Ripple Through Counter atau Counter Serial (Serial Counter), karena output masing-masing flip-flop yang digunakan akan bergulingan (berubah kondisi dan “0” ke “1”) dan sebaliknya secara berurutan atau langkah demi langkah, hal ini disebabkan karena hanya flipflop yang paling ujung saja yang dikendalikan oleh sinyal clock, sedangkan sinyal clock untuk flip-flop lainnya diambilkan dan masing-masing flip-flop sebelumnya.

        Counter Syncronous
        Counter syncronous disebut sebagai Counter parallel, output flip-flop yang digunakan bergulingan secara serempak. Hal mi disebabkan karena masingmasing flip- flop tersebut dikendalikan secara serempak oleh sinyal clock.



         Shift register

         Register geser (shift register) merupakan salah satu piranti fungsional yang banyak digunakan dalam sistem digital. Tampilan pada layar kalkulator dimana angka bergeser ke kiri setiap kali ada angka baru yang diinputkan menggambarkan karakteristik register geser tersebut. Register geser ini terbangun dari flip-flop. Register geser dapat digunakan sebagai memori sementara, dan data yang tersimpan didalamnya dapat digeser ke kiri atau ke kanan. Register geser juga dapat digunakan untuk mengubah data seri ke paralel atau data paralel ke seri. Ada empat tipe register yang dapat dirancang dengan kombinasi masukan dan keluaran dan kombinasi serial atau paralel :
        

        Serial in serial out (SISO)
        Pada register SISO, jalur masuk data berjumlah satu dan jalur keluaran juga berjumlah satu. Pada jenis register ini data mengalami pergeseran, flip flop pertama menerima masukan dari input, sedangkan flip flop kedua menerima masukan dari flip flop pertama dan seterusnya.


        Serial in paralel out (SIPO) 

        Register SIPO, mempunyai satu saluran masukan saluran keluaran sejumlah flip flop yang menyusunnya. Data masuk satu per satu (secara serial) dan dikeluarkan secara serentak.Pengeluaran data dikendalikan oleh sebuah sinyal kontrol. Selama sinyal kontrol tidak diberikan, data akan tetap tersimpan dalam register.

        Paralel In serial Out (PISO)

        Register PISO, mempunyai jalur masukan sejumlah flip flop yang menyusunnya, dan hanya mempunyai satu jalur keluaran. Data masuk ke dalam register secara serentak dengan di kendalikan sinyal kontrol, sedangkan data keluar satu per satu (secara serial).


        Paralel In Paralel Out (PIPO)
        Register PIPO, mempunyai jalur masukan dan keluaran sesuai dengan jumlah flip flop yang menyusunnya. Pada jenis ini data masuk dan keluar secara serentak.


    Seven segmen

    Piranti tampilan modern disusun sebagai pola 7-segmen atau dot matriks.Jenis 7-segmen, sebagaimana namanya, menggunakan pola tujuh batang yang disusun membentuk angka 8 seperti ditunjukkan pada gambar 3.1.Menurut kesepakatan, huruf-huruf yang diperlihatkan dalam Gambar 3.1 ditetapkan untuk menandai segmen-segmen tersebut. Dengan menyalakan beberapa segmen yang sesuai akan dapat diperagakan digit-digit dari 0 sampai 9, juga bentuk huruf A sampai F (dimodifikasi).
    Sinyal input dari switches tidak dapat langsung dikirimkan ke peraga 7segmen, sehingga harus menggunakan decoder BCD ke 7-segmen sebagai antar muka. Decoder ini terdiri dari gerbang-gerbang logika yang masukannya berupa digit BCD dan keluarannya berupa saluran-saluran untuk mengemudikan tampilan 7-segmen.





  • Kondisi 

    Percobaan 5 -> Kondisi 5 : Buatlah rangkaian seperti gambar percobaan 5 dengan menggunakn IC 4056 dan seven segment common anoda



  • Gambar Rangkaian Simulasi
  •  Video Rangkaian Simulasi

    [KEMBALI]
    Prinsip kerja dari rangkaian simulasi adalah menggunakan IC 7447 dengan common anoda yang mengubah kode bilangan binner BCD(Binner Code Decimal) menjadi data yang akan ditampilakan pada 7 segment. Pada common anoda dihubungkan dengan VCC dan aktif pada saat kondisi low( led akan aktif apabila diberi logika 0) sehingga pada rangkaian dipadangkan resistor untuk membatasi arus yang mengalir pada rangkaian. Prinsip kerjanya adalah input binner pada switch akan dikonversikan menjadi angka atau bilangan decimal pada decoder sehingga input yang telah dikonversikan tersebut akan tampil pada 7 segment dengan menghidupkan LED-LED sehingga kita juga dapat mengetahui input binner yang diberikan switch 

    [KEMBALI]


  • Prosedur Percobaan [KEMBALI]
    Decoder BCD seven segment
    1. Decoder BCD seven segment

    2. Variasikan switch B0 sampai B6 sesuai dengan jurnal cek output yang terjadi



  • Jurnal 



  • Hardware

  • Video Pengambilan Data

    v class="separator" style="clear: both; text-align: left;">
    1. Jelaskan prinsip kerja rangkaian
      Prinsip kerja dari rangkaian ini adalah pada simulasi rangkaian menggunakan IC 7447 dengan common catoda. IC 7447, merupakan IC decoder BCD ke 7 segment digunakan untuk menerima masukan BCD 4-bit dan memberikan keluaran yang melewatkan arus melalui segmen untuk menampilkan angka decimal. Decoder BCD ke 7 segment mempunyai masukkan berupa bilangan binner (masukkan A,B,C,D) yang dikodekan membentuk kode 7 segment. Dalam aplikasi decoder, ketiga jalur control (LT, RBI, LTO) harus diberikan logika HIGH dengan tujuan agar data input BCD dapat masuk dan menampilkan 7 segmen yang dapat menerima data tampilan sesuai data BCD yang diinputkan Biasanya IC 7447 dipasangkan dengan 7 segment common anode, hal ini disebabkan keluaran dari decoder 7447 ini adalah aktif low. Perbedaan common anoda dan common catoda yaitu common anoda dihubungkan dengan VCC sedangkan common catoda dihubungkan dengan Ground. Namun pada kondisi diminta untuk menggunakan IC 7447 yang dipasangkan dengan 7 segment common catoda, common catoda akan aktif pada kondisi high (led akan aktif apabila diberi logika 1), sehingga pada rangkaian ditambahkan IC TTL gerbang NOT. Prinsip kerjanya adalah pada saat input biner pada switch dikonversikan masuk ke dalam decoder , kemudian decoder mengkonversikan bilangan biner tersebut menjadi desimal sehingga akan tampil pada seven segment
    2. Analisa output yang didapatkan berdasarkan prinsip kerja IC dan seven segment pada rangkaian percobaan A
      Prinsip kerja rangkaian adalah dengan menggunakan IC 7447 yang merupakan decoder BCD ke seven segment yang berfungsi untuk menyalakan seven segment common anoda. Decoder BCD ke seven segment digunakan untuk menerima masukan BCD 4-bit dan memberikan keluaran yang melewatkan arus melalui segmen untuk menampilkan angka desimal. Pada seven segment ini sinyal yang masuk akan menjadi sinyal logika seperti bilangan biner untuk mengendalikan tampilan seven segment. Rangkaian dibuat dengan menggunakan IC 7447 dengan common catoda. Pada common anoda, semua anoda dari LED seven segment disatukan secara paralel dan dihubungkan dengan VCC sehingga akan berada pada kondisi aktif low (led akan menyala atau aktif apabila diberi logika 0), sedangkan common catoda dihubungkan dengan ground sehingga akan berada pada kondisi aktif high (led akan menyala atau aktif apabila diberi logika 1). Pada kondisi diminta untuk menggunakan IC 7447 yang dipasangkan dengan 7 segment common catoda, common catoda akan aktif pada kondisi high (led akan aktif apabila diberi logika 1), sehingga pada rangkaian ditambahkan IC TTL gerbang NOT
      Prinsip kerja dari seven segment adalah inputan bilangan biner pada switch dikonversi masuk kedalam decoder, baru kemudian decoder mengkonversi bilangan biner tersebut ke dalam bilangan desimal, yang mana bilangan desimal ini akan ditampilkan pada layar-layar seven segmen. Fungsi dari decoder adalah sebagai pengkonversi bilangan biner ke dalam bilangan desimal. Sinyal input dari switches tidak dapat langsung dikirimkan ke peraga 7 segmen, sehingga harus menggunakan decoder BCD (Binary Code Decimal) ke 7 segmen sebagai antar muka. Decoder ini terdiri dari gerbang-gerbang logika yang masukannya berupa digit BCD dan keluarannya berupa saluran - saluran untuk mengatur tampilan 7 segmen. Dalam pembacaan hasil dari seven segmen tersebut dapat kita ambil 4 biner terakhir setelah itu dibalik, contohnya 1000 maka sebenarnya itu adalah 0001 yaitu nilainya adalah 1. Jalur input data BCD, pin input ini terdiri dari 4 line input yang mewakili 4 bit data BCD dengan sebutan jalur input A, B, C dan D. Jalur output 7 segmen, pin output ini berfungsi untuk mendistribusikan data pengkodean ke penampil 7 segmen. Pin output dekoder BCD ke 7 segmen ini ada 7 pin yang masing-masing diberi nama a, b, c, d, e, f dan g. Nilai-nilai yang diinputkan merupakan bilangan biner (yang pembacaan inputannya dibalik, contohnya inputannya 0100 maka pembacaannya yaitu 0010) yang akan diterjemahkan ke bilangan desimal, yang ditampilkan pada 7 segment. cara mengkonversi bilangan biner ke desimal adalah dengan mengalikan satu-satu bilangan dengan 2 (basis biner) pangkat 0 atau 1 atau 2 dst, hasil yang terjemahannya yaitu :
      Binner Desimal
      0000 0
      0001 2
      0011 3
      0100 4
      0101 5
      0110 6
      0111 7
      1000 8
      1001 9

      Dekoder BCD ke seven segment mempunyai masukan berupa bilangan BCD 4-bit (masukan A, B, C dan D). Bilanga BCD ini dikodekan sehingga membentuk kode tujuh segmen yang akan menyalakan ruas-ruas yang sesuai pada seven segment. Masukan BCD diaktifkan oleh logika ‘1’, dan keluaran dari dekoder 7447 adalah aktif low. Tiga masukan ekstra juga ditunjukkan pada konfigurasi pin IC 7447 yaitu masukan (lamp test), masukan (blanking input/ripple blanking output), dan (ripple blanking input). pada konfigurasi pin IC 7447 yaitu masukan (lamp test), masukan (blanking input/ripple blanking output), dan (ripple blanking input). LT (Lamp Test) berfungsi untuk mengeset display, bila diberi logika ‘0’ maka semua keluaran dari IC ini akan berlogika 0. Sehingga seven segment akan menunjukkan angka delapan (8) BI'/RBO' , Blanking Input/Row Blanking Output, berfungsi untuk mematikan keluaran dari IC. Bila diberi logika “0” maka semua keluaran IC akan berlogika“1”dan seven segmen takan mati. RBI' , Row Blanking Input, berfungsi untuk mematikan keluaran dari IC jika semua input berlogika “0”. Bila diberi logika “0”, diberi logika “1” dan diberi logika “0” maka semua keluaran IC akan berlogika “1” dan seven segment akan mati. Menurut teori output pada rangkaian adalah mengikuti angka biner, sehingga 4 buah inputnya disetel menyerupai angka biner (maksudnya power on atau off) lalu misalnya jika ingin menampilkan angka 9, maka 4 input tersebut akan dihidupkan menggunakan switch dengan nilai pada A,B,C,D nya adalah 1,0,0,1 (apabila dijadikan didalam biner maka 1+0+0+8 = 9) begitu juga apabila ingin menampilkan angka 7, maka inputnya 1,1,1,0 (1+2+4+0 = 7), pada praktikum hal ini sudah terbukti
    [KEMBALI]
        1. File Rangkaian download
        2. Video Simulasi download
        3. Video Pengambilan Data download
        4. HTML download




    COUNTER, SHIFT REGISTER DAN SEVEN SEGMENT
     


    1. Tujuan [KEMBALI]         1. Merangkai dan Menguji operasi logika dari counter asyncron dan counter syncronous
            2. Merangkai dan Menguji aplikasi dari sebuah Counter
            3. Merangkai dan Menguji Shift Register dan Seven Segment

       2.  Alat dan Bahan 

    [KEMBALI]         1. Panel DL 2203D
            2. Panel DL 2203C
            3. Panel DL 2203S
            4. Jumper

       

    [KEMBALI]    
        COUNTER

        Counter adalah sebuah rangkaian sekuensial yang mengeluarkan urutan statestate tertentu, yang merupakan aplikasi dari pulsa-pulsa inputnya. Pulsa input dapat berupa pulsa clock atau pulsa yang dibangkitkan oleh sumber eksternal dan muncul pada interval waktu tertentu. Counter banyak digunakan pada peralatan yang berhubungan dengan teknologi digital, biasanya untuk menghitung jumlah kemunculan sebuah o kejadian/event atau untuk menghitung pembangkit waktu. Counter yang mengeluarkan urutan biner dinamakan Biner Counter. Sebuah n-bit binary counter terdiri dari n buah flip-flop, dapat menghitung dari 0 sampai 2n - 1 . Counter secara umum diklasifikasikan atas counter asyncron dan counter syncronous.
            

            Counter Asyncronous
            Counter Asyncronous disebut juga Ripple Through Counter atau Counter Serial (Serial Counter), karena output masing-masing flip-flop yang digunakan akan bergulingan (berubah kondisi dan “0” ke “1”) dan sebaliknya secara berurutan atau langkah demi langkah, hal ini disebabkan karena hanya flipflop yang paling ujung saja yang dikendalikan oleh sinyal clock, sedangkan sinyal clock untuk flip-flop lainnya diambilkan dan masing-masing flip-flop sebelumnya.

            Counter Syncronous
            Counter syncronous disebut sebagai Counter parallel, output flip-flop yang digunakan bergulingan secara serempak. Hal mi disebabkan karena masingmasing flip- flop tersebut dikendalikan secara serempak oleh sinyal clock.



             Shift register

             Register geser (shift register) merupakan salah satu piranti fungsional yang banyak digunakan dalam sistem digital. Tampilan pada layar kalkulator dimana angka bergeser ke kiri setiap kali ada angka baru yang diinputkan menggambarkan karakteristik register geser tersebut. Register geser ini terbangun dari flip-flop. Register geser dapat digunakan sebagai memori sementara, dan data yang tersimpan didalamnya dapat digeser ke kiri atau ke kanan. Register geser juga dapat digunakan untuk mengubah data seri ke paralel atau data paralel ke seri. Ada empat tipe register yang dapat dirancang dengan kombinasi masukan dan keluaran dan kombinasi serial atau paralel :
            

            Serial in serial out (SISO)
            Pada register SISO, jalur masuk data berjumlah satu dan jalur keluaran juga berjumlah satu. Pada jenis register ini data mengalami pergeseran, flip flop pertama menerima masukan dari input, sedangkan flip flop kedua menerima masukan dari flip flop pertama dan seterusnya.


            Serial in paralel out (SIPO) 

            Register SIPO, mempunyai satu saluran masukan saluran keluaran sejumlah flip flop yang menyusunnya. Data masuk satu per satu (secara serial) dan dikeluarkan secara serentak.Pengeluaran data dikendalikan oleh sebuah sinyal kontrol. Selama sinyal kontrol tidak diberikan, data akan tetap tersimpan dalam register.

            Paralel In serial Out (PISO)

            Register PISO, mempunyai jalur masukan sejumlah flip flop yang menyusunnya, dan hanya mempunyai satu jalur keluaran. Data masuk ke dalam register secara serentak dengan di kendalikan sinyal kontrol, sedangkan data keluar satu per satu (secara serial).


            Paralel In Paralel Out (PIPO)
            Register PIPO, mempunyai jalur masukan dan keluaran sesuai dengan jumlah flip flop yang menyusunnya. Pada jenis ini data masuk dan keluar secara serentak.


        Seven segmen

        Piranti tampilan modern disusun sebagai pola 7-segmen atau dot matriks.Jenis 7-segmen, sebagaimana namanya, menggunakan pola tujuh batang yang disusun membentuk angka 8 seperti ditunjukkan pada gambar 3.1.Menurut kesepakatan, huruf-huruf yang diperlihatkan dalam Gambar 3.1 ditetapkan untuk menandai segmen-segmen tersebut. Dengan menyalakan beberapa segmen yang sesuai akan dapat diperagakan digit-digit dari 0 sampai 9, juga bentuk huruf A sampai F (dimodifikasi).
        Sinyal input dari switches tidak dapat langsung dikirimkan ke peraga 7segmen, sehingga harus menggunakan decoder BCD ke 7-segmen sebagai antar muka. Decoder ini terdiri dari gerbang-gerbang logika yang masukannya berupa digit BCD dan keluarannya berupa saluran-saluran untuk mengemudikan tampilan 7-segmen.





  • Kondisi 

    Percobaan 5 -> Kondisi 5 : Buatlah rangkaian seperti gambar percobaan 5 dengan menggunakn IC 4056 dan seven segment common anoda



  • Gambar Rangkaian Simulasi
  •  Video Rangkaian Simulasi

    [KEMBALI]
    Prinsip kerja dari rangkaian simulasi adalah menggunakan IC 7447 dengan common anoda yang mengubah kode bilangan binner BCD(Binner Code Decimal) menjadi data yang akan ditampilakan pada 7 segment. Pada common anoda dihubungkan dengan VCC dan aktif pada saat kondisi low( led akan aktif apabila diberi logika 0) sehingga pada rangkaian dipadangkan resistor untuk membatasi arus yang mengalir pada rangkaian. Prinsip kerjanya adalah input binner pada switch akan dikonversikan menjadi angka atau bilangan decimal pada decoder sehingga input yang telah dikonversikan tersebut akan tampil pada 7 segment dengan menghidupkan LED-LED sehingga kita juga dapat mengetahui input binner yang diberikan switch 

    [KEMBALI]


  • Prosedur Percobaan [KEMBALI]
    Decoder BCD seven segment
    1. Decoder BCD seven segment

    2. Variasikan switch B0 sampai B6 sesuai dengan jurnal cek output yang terjadi



  • Jurnal 



  • Hardware

  • Video Pengambilan Data

    v class="separator" style="clear: both; text-align: left;">
    1. Jelaskan prinsip kerja rangkaian
      Prinsip kerja dari rangkaian ini adalah pada simulasi rangkaian menggunakan IC 7447 dengan common catoda. IC 7447, merupakan IC decoder BCD ke 7 segment digunakan untuk menerima masukan BCD 4-bit dan memberikan keluaran yang melewatkan arus melalui segmen untuk menampilkan angka decimal. Decoder BCD ke 7 segment mempunyai masukkan berupa bilangan binner (masukkan A,B,C,D) yang dikodekan membentuk kode 7 segment. Dalam aplikasi decoder, ketiga jalur control (LT, RBI, LTO) harus diberikan logika HIGH dengan tujuan agar data input BCD dapat masuk dan menampilkan 7 segmen yang dapat menerima data tampilan sesuai data BCD yang diinputkan Biasanya IC 7447 dipasangkan dengan 7 segment common anode, hal ini disebabkan keluaran dari decoder 7447 ini adalah aktif low. Perbedaan common anoda dan common catoda yaitu common anoda dihubungkan dengan VCC sedangkan common catoda dihubungkan dengan Ground. Namun pada kondisi diminta untuk menggunakan IC 7447 yang dipasangkan dengan 7 segment common catoda, common catoda akan aktif pada kondisi high (led akan aktif apabila diberi logika 1), sehingga pada rangkaian ditambahkan IC TTL gerbang NOT. Prinsip kerjanya adalah pada saat input biner pada switch dikonversikan masuk ke dalam decoder , kemudian decoder mengkonversikan bilangan biner tersebut menjadi desimal sehingga akan tampil pada seven segment
    2. Analisa output yang didapatkan berdasarkan prinsip kerja IC dan seven segment pada rangkaian percobaan A
      Prinsip kerja rangkaian adalah dengan menggunakan IC 7447 yang merupakan decoder BCD ke seven segment yang berfungsi untuk menyalakan seven segment common anoda. Decoder BCD ke seven segment digunakan untuk menerima masukan BCD 4-bit dan memberikan keluaran yang melewatkan arus melalui segmen untuk menampilkan angka desimal. Pada seven segment ini sinyal yang masuk akan menjadi sinyal logika seperti bilangan biner untuk mengendalikan tampilan seven segment. Rangkaian dibuat dengan menggunakan IC 7447 dengan common catoda. Pada common anoda, semua anoda dari LED seven segment disatukan secara paralel dan dihubungkan dengan VCC sehingga akan berada pada kondisi aktif low (led akan menyala atau aktif apabila diberi logika 0), sedangkan common catoda dihubungkan dengan ground sehingga akan berada pada kondisi aktif high (led akan menyala atau aktif apabila diberi logika 1). Pada kondisi diminta untuk menggunakan IC 7447 yang dipasangkan dengan 7 segment common catoda, common catoda akan aktif pada kondisi high (led akan aktif apabila diberi logika 1), sehingga pada rangkaian ditambahkan IC TTL gerbang NOT
      Prinsip kerja dari seven segment adalah inputan bilangan biner pada switch dikonversi masuk kedalam decoder, baru kemudian decoder mengkonversi bilangan biner tersebut ke dalam bilangan desimal, yang mana bilangan desimal ini akan ditampilkan pada layar-layar seven segmen. Fungsi dari decoder adalah sebagai pengkonversi bilangan biner ke dalam bilangan desimal. Sinyal input dari switches tidak dapat langsung dikirimkan ke peraga 7 segmen, sehingga harus menggunakan decoder BCD (Binary Code Decimal) ke 7 segmen sebagai antar muka. Decoder ini terdiri dari gerbang-gerbang logika yang masukannya berupa digit BCD dan keluarannya berupa saluran - saluran untuk mengatur tampilan 7 segmen. Dalam pembacaan hasil dari seven segmen tersebut dapat kita ambil 4 biner terakhir setelah itu dibalik, contohnya 1000 maka sebenarnya itu adalah 0001 yaitu nilainya adalah 1. Jalur input data BCD, pin input ini terdiri dari 4 line input yang mewakili 4 bit data BCD dengan sebutan jalur input A, B, C dan D. Jalur output 7 segmen, pin output ini berfungsi untuk mendistribusikan data pengkodean ke penampil 7 segmen. Pin output dekoder BCD ke 7 segmen ini ada 7 pin yang masing-masing diberi nama a, b, c, d, e, f dan g. Nilai-nilai yang diinputkan merupakan bilangan biner (yang pembacaan inputannya dibalik, contohnya inputannya 0100 maka pembacaannya yaitu 0010) yang akan diterjemahkan ke bilangan desimal, yang ditampilkan pada 7 segment. cara mengkonversi bilangan biner ke desimal adalah dengan mengalikan satu-satu bilangan dengan 2 (basis biner) pangkat 0 atau 1 atau 2 dst, hasil yang terjemahannya yaitu :
      Binner Desimal
      0000 0
      0001 2
      0011 3
      0100 4
      0101 5
      0110 6
      0111 7
      1000 8
      1001 9

      Dekoder BCD ke seven segment mempunyai masukan berupa bilangan BCD 4-bit (masukan A, B, C dan D). Bilanga BCD ini dikodekan sehingga membentuk kode tujuh segmen yang akan menyalakan ruas-ruas yang sesuai pada seven segment. Masukan BCD diaktifkan oleh logika ‘1’, dan keluaran dari dekoder 7447 adalah aktif low. Tiga masukan ekstra juga ditunjukkan pada konfigurasi pin IC 7447 yaitu masukan (lamp test), masukan (blanking input/ripple blanking output), dan (ripple blanking input). pada konfigurasi pin IC 7447 yaitu masukan (lamp test), masukan (blanking input/ripple blanking output), dan (ripple blanking input). LT (Lamp Test) berfungsi untuk mengeset display, bila diberi logika ‘0’ maka semua keluaran dari IC ini akan berlogika 0. Sehingga seven segment akan menunjukkan angka delapan (8) BI'/RBO' , Blanking Input/Row Blanking Output, berfungsi untuk mematikan keluaran dari IC. Bila diberi logika “0” maka semua keluaran IC akan berlogika“1”dan seven segmen takan mati. RBI' , Row Blanking Input, berfungsi untuk mematikan keluaran dari IC jika semua input berlogika “0”. Bila diberi logika “0”, diberi logika “1” dan diberi logika “0” maka semua keluaran IC akan berlogika “1” dan seven segment akan mati. Menurut teori output pada rangkaian adalah mengikuti angka biner, sehingga 4 buah inputnya disetel menyerupai angka biner (maksudnya power on atau off) lalu misalnya jika ingin menampilkan angka 9, maka 4 input tersebut akan dihidupkan menggunakan switch dengan nilai pada A,B,C,D nya adalah 1,0,0,1 (apabila dijadikan didalam biner maka 1+0+0+8 = 9) begitu juga apabila ingin menampilkan angka 7, maka inputnya 1,1,1,0 (1+2+4+0 = 7), pada praktikum hal ini sudah terbukti
    [KEMBALI]
        1. File Rangkaian download
        2. Video Simulasi download
        3. Video Pengambilan Data download
        4. HTML download



    0 komentar:

    Posting Komentar